“The quality of a person’s life is in direct proportion to their commitment to excellence, regardless of their chosen field of endeavor.” (Vince Lombardi)

MEMATUHI PERATURAN di manapun kami beroperasi. Ini merupakan salah satu butir kode etik bisnis yang akan terus kami jaga. Perjalanan kami kali ini menuju unit operasi perusahaan kami di Bitung Manado, adalah juga dalam rangka menyaksikan secara langsung realisasi komitmen tersebut: Penanda-tanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PUK dan Management. Namun ada beberapa agenda yang juga sudah dipersiapkan oleh tim di sana, untuk mengoptimalkan kehadiran kami. Diawali dengan mengunjungi sebuah universitas dengan konsep unik.

Universitas Mandiri

Universitas Klabat (UNKLAB), letaknya persis di kaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, di atas tanah milik sendiri seluas 357,995 m2. Mereka tidak saja mengajarkan mahasiswa agar berani tampil beda, tapi juga kehadiran universitas ini dengan konsep yang unik.

Komitmen Satu Kata dan Perbuatan1

Untuk menunjang kelancaran dan kelangsungan proses belajar, termasuk untuk mahasiswa dengan ekonomi pas-pasan, mahasiswa diberi kesempatan bekerja di berbagai lapangan kerja yang tersedia di kampus. Hasil kerja mareka akan diperhitungkan dengan biaya kuliah.

Dalam kompleks yang luas ini tinggal juga para dosen yang mendedikasikan hidup mengajarnya di kampus itu, tanpa harus berpikir kerja sambilan di tempat lain. Selain fasilitas untuk kuliah, juga tersedia Gedung pertemuan Sport Hall (Lapangan Basket/Voli/Badminton), Lapangan Bola Kaki, Lapangan Tennis, Jogging track, Pioneer Chapel, Cafetaria.

Ada juga sekolah SD, SMP dan SMA yang tentu sebagian besar muridnya adalah keluarga UNKLAB yang tinggal di sana. Ada juga asrama putra dan putri untuk mahasiswa, yang ternyata berasal dari berbagai daerah, tidak saja Manado. Tentang kemandirian tersebut, salah seorang alumni UNKLAB, John Wycliff Siregar berkomentar atas postingan saya tentang Universitas Klabat.

“Konsep Sekolah Advent adalah semua golongan ekonomi berhak utk mendapatkan pendidikan. Dan Kampus bertanggung jawab utk memfasilitasi dengan memberikan pekerjaan. Saya salah satu mahasiswa yang pernah bekerja, berkuliah dan ditamatkan di Universitas Klabat.”

Penanda-tanganan PKB

Siang itu telah hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung, untuk menyaksikan secara langsung Acara penanda-tanganan PKB antara PUK dan Management.

Dalam pidato kami di hadapan semua peserta, kami sengaja menggaris-bawahi Komitmen Perusahaan dalam membangun Hubungan Industrial yang kondusif, sebagai prasyarat meningkatkan produktivitas di tempat kerja. Dengan penanda-tanganan hari ini, bukan berarti tugasnya sudah selesai.

Ada hal-hal yang saat perundingan dianggap jelas, ternyata begitu mau diimplementasi di lapangan bisa saja muncul berbagai tanda tanya. Karena itu dialog secara berkesinambungan harus terus dibina agar yang kurang jelas diperjelas, yang kurang dipahami dibuat paham oleh kedua belah pihak.

Jangan juga melupakan bahwa kepentingan anggota yang diperjuangkan PUK sebetulnya adalah karyawan yang juga menjadi tanggung jawab manajemen. Jadi kita semua memperjuangkan kepentingan kelompok masyarakat yang sama yang namanya karyawan atau nama lainnya anggota PUK.

Kepala Cabang SIMP Bitung, Bapak Dani Kawulusan pun menyempatkan untuk memberikan komentar di FB:

“Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami TimSIMP Bitung di mana Bapak Josef Bataona & Tim HR serta Bapak Nanang Widyatmoko bisa hadir dalam Penandatanganan PKB unit kami. Terima kasih juga untuk sharing inspirasi dan motivasi yang ruaaar biasaa buat kami semua. Semoga bapak terus diberkati dan tetap menjadi berkat bagi banyak orang, Amin.”

Acara diakhiri dengan ramah-tama singkat dan foto bersama.

Komitmen Satu Kata dan Perbuatan2

Sharing Memotivasi

Acara di atas adalah acara formal. Saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan karyawan, kali ini supervisor dan manager, sambil memberikan motivasi untuk terus bekerja dengan sepenuh hati berlandaskan nilai-nilai Indofood. Ini merupakan komitmen berdasarkan janji kita untuk terus memberikan produk unnggul kepada konsumen dan pelanggan kita.

Di akhir sesi itu saya juga memberikan tiga buah buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku” kepada mereka yang aktif kontribusi dalam sesi tersebut.

Komitmen Satu Kata dan Perbuatan3

Sony Wuwung, salah seorang karyawan SIMP menyempatkan untuk posting foto bersama di FB sambil berkomentar:

“TerInspirasi…Thanks God….Hari ini sesuatu yang boleh didapatkan dari sang motivator/ Inspirator. Beliau adalah salah satu pemimpin perusahaan yang menyempatkan utk share dan berbagi pengalaman. Rendah hati dan sederhana. Walaupun singkat akan tetapi banyak yg saya dapatkan, sangat bermanfaat dan terinspirasi.

Terima kasih pak Josef Bataona senantiasa dgn apa yg bapak bagikan hari ini dpt bermanfaat bagi banyak orang. Teruslah berkarya. Tuhan senantiasa memberkati bapak bersama keluarga.

Selalu sukses dalam tugas. #kisahRp10000YGMengubahHidupKu.”

Berapa banyak karyawan lapangan yang ingin merasakan kedekatan dengan pemimpin mereka yang berada di pusat? Hadir secara fisik, menyapa mereka, memberikan satu dua kata motivasi kepada mereka akan sangat bermanfaat.

“There’s a difference between interest and commitment. When you’re interested in doing something, you do it only when circumstance permit. When you’re committed to something, you accept no excuses, only results.” (Art Turock)

 

 

-Josef Bataona

Sumber: Blog http://www.josefbataona.com