Ternyata kepemimpinanmu tidak penting

(It Turns Out That your Leadership is insignificant)

 

“Saya ini dalam 10 tahun terakhir ini sudah menciptakan puluhan manager, instruktur dan expert dalam bidang ini” ~ Direktur X

 

Saya memiliki pengalaman kurang lebih 7 tahun di bidang Health Safety Environment Quality (HSEQ) training provider. Dalam pengalaman saya selama ini, saya merasa bangga melihat beberapa bekas bawahan saya di salah satu safety training provider terbaik di Indonesia  telah mendapat posisi yang baik dibandingkan pada saat mereka memulai dahulu.

(saya sebut the best safety training provider karena selain omzet perusahaan tersebut yang terus meningkat, memiliki banyak portofolio klien yang menarik, penigkatan karirnya cepat dan mereka banyak menerima nominasi penghargaan sepanjang tahun. Namun itu hanya pendapat pribadi saja)

Bekas Marketing Staff saya dulu sudah menjadi Branch Manager di cabang Batam. Mantan staff saya di Operation Department sudah menjadi Manager Operation dalam 3 tahun. Yang lain menjadi senior dan junior trainer padahal memulai dari staff operation atau staff General Affairs belum lama. Staff Business Development yang terakhir saya pegang? Sudah diproyeksikan menjadi the next rising star untuk memegang salah satu departemen dalam waktu dekat.

Dengan fakta tersebut, saya merasa memiliki andil besar dalam karir mereka. Saya mendidik mereka setidaknya di 3 bulan pertama,memimpin mereka langsung, memotivasi, memberi arahan, memberi “pondasi” yang kuat untuk mereka dalam bekerja di tempat tersebut.

Dan terbukti dengan semua kepemimpinan saya dan pondasi yang saya tanamkan pada mereka, mereka berhasil.

Mereka berhasil karena saya.

Betulkah ?

Beberapa hari yang lalu saya dan rekan saya bertemu sang Manager Operation di sebuah restoran di daerah Tebet.

Karena khilaf, saya bragging kepada seorang rekan yang hadir bahwa Bapak Manager Operation ini berhasil karena andil dan kerja keras saya di awal karirnya. Tidak dinyana beliau menolak mentah-mentah fakta bahwa saya yang “menjadikan” dia. Beliau berkata yang lebih banyak dia ingat membantu dia awal karirnya adalah Mr. Z.

Bahkan ada beberapa kutipan dan kegiatan khusus yang beliau ceritakan dimana Mr. Z memberi kesan di awal karir dan perkembangannya.

 

BOOM !!

 

Kepercayaan diri saya runtuh. Ternyata kepemimpinan saya dianggap tidak berdampak atau malah tidak penting untuknya.

Tapi jangan jangan, ini bukan hanya dialami oleh saya...

 

Lalu bagaimana agar kepemimpinan kita bisa lebih berdampak ?

 

Evan Carmichael mengutip Lindel James di websitenya tentang bagaimana menjadi leader atau pemimpin yang berdampak. Berikut 3 tipsnya yang saya sarikan:

 

  • Belajar berkomunikasi dengan lebih baik.

Berkomunikasi bukan hanya berbicara dengan baik, tapi juga harus memiliki kemampuan mendengarkan/menyimak dengan baik (kata yang dipilih adalah listening, bukan hearing lho ya). Berhenti melakukan hal lain dan dengarkan si pembicara.

Bebaskan pikiran dan jangan menghakimi lawan bicara. Serap dengan baik apa yang dibicarakan, ulang kembali beberapa poin yang mereka katakan dan berikan respon dengan baik. Mereka akan merasa didengarkan dan akan sangat merasa dihargai

 

  • Jadi diri sendiri.

Kita harus memiliki kepercayaan, tahu apa yang kita mau dan apa yang tidak. Jujur pada nilai dan kepercayaan dn visi masa depan yang kita anut. Jika kita jujur pada diri kita sendiri, berani mengambil tanggung jawab dari keputusan yang kita ambil

 

  • Memimpin dengan memberi Contoh.

Ada sebuah cerita tentang Lead By Example yang beredar di Internet. Cerita ini sering saya bagikan di akhir training leadership di TransWISH Indonesia.

                                                                                    Training leadership,transwish indonesia,transafe indonesia,luki tantra

Suatu hari Mahatma Gandhi didatangi oleh seorang Ibu dan Putranya. Ibu itu meminta tolong kepada Mahatma Gandhi untuk memberi saran kepada anaknya untuk berhenti makan manisan.

Mahatma Gandhi meminta Ibu dan Anak tersebut untuk kembali 2 minggu lagi.

Setelah 2 minggu Ibu dan anak tersebut kembali dan mendengarkan Gandhi berkata kepada anak itu: “Nak, kamu tidak boleh makan manisan”.

Ibu itu bingung kenapa untuk berbicara seperti itu saja Gandhi membutuhkan waktu 2 minggu.

Gandhi berkata bahwa dia sangat menyukai manisan. Dalam dua minggu ini dia berusaha keras berhenti makan manisan. dan setelah dua minggu ia sudah berhasil berhenti makan manisan.

 

Artinya sebagai pemimpin, Gandhi dalam cerita ini tidak bisa asal memberi perintah, ia harus mampu memberikan contoh yang nyata agar sang anak mudah menirunya.

 

Demikian juga dengan kita sebagai pemimpin yang berdampak. Akan aneh jika kita “paksa” bawahan kita untuk tidak bermain socmed pada saat jam kantor namun kita sendiri masih asyik main game di facebook. Atau berkata LOYALITAS PADA PERUSAHAAN HARGA MATI !! namun kita masih mencuri-curi buka situs lowongan kerja di jam kerja. Atau teriak teriak semua staff harus ontime dan memberi ceramah tentang mencuri waktu dengan mengutip surat Al Ashr. Tapi kenyataannya kita sendiri datang jam 10 sampai kantor, makan siang jam 12 kembali jam 2 atau jam 3 dan pulang tepat jam 5.

Ironi ? mungkin kita akan dicap pemimpin (leader/manager/supervisor) yang munafik.

 

 

Itu tadi 3 tips menjadi pemimpin yang lebih berdampak. Tulisan ini juga adalah refleksi belajar untuk diri saya pada khususnya. Buat Anda pembaca setia HRPlasa, Jangan jadi seperti saya yang “tertipu” dengan kepemimpinan saya sendiri.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda menjadi pemimpin yang lebih baik.

 

Psstt…Pak Luki, Lalu, apa hubungannya dengan Quote dari Direktur X di awal ?

Well, saya kuatir saya, direktur X dan banyak pemimpin lain berpikir hal yang sama dan dengan kenyataan yang sama. Mudah mudahan bukan terkena waham keberhasilan kepemimpinan. Soal waham mungkin akan kita bahas di artikel lain.

 

 

 

Luki Tantra

Associate Trainer for Safety and Softskill Training

 

Some Sources

http://www.evancarmichael.com/library/lindel-james/three-tips-to-develop-impactful-leadership-skills.html

http://transwishindonesia.com/ms-dinda-entitled-best-participant-at-effective-leadership-skills-training-at-batam/

http://www.sooperarticles.com/business-articles/branding-articles/5-awards-nominations-increase-trust-transafe-indonesia-your-safety-training-provider-1544782.html