“Knowing yourself is the beginning of all wisdom.” (Aristotle)

SLIDE PERTAMA YANG SAYA TAMPILKAN setelah memperkenalkan diri sungguh warna-warni. Selanjutnya saya meminta mereka untuk memberikan komentar spontan: “One word, please.

Mereka pun langsung menjawab: istirahat, sosialisasi, lunch, cengkerama, berbagi, recharged, refreshed, gembira, ceria, dan masih banyak lagi komen mereka, karena foto yang saya tayangkan adalah foto kantin perusahaan mereka. (Ini sesi berbahasa Inggris karena sebagian peserta adalah expat).

Dan saya masih lanjutkan dengan pertanyaan berikut, “Are you proud?”

Tentu saja jawabannya YA dengan berbagai alasan.

Dan pertanyaan ketiga, “Ketika bertemu keluarga atau teman, apa saja yang membanggakanmu tentang perusahaan ini, yang diceritakan kepada mereka?”

Dan keluarlah berbagai statemen, yang semuanya sangat positif, dan membuat siapa saja yang mendengarkan akan turut merasa bangga.

Kantin UOI_Pemimpin dan Kebanggaan Team

Mulai dari diri sendiri

Sebagai leader di perusahaan mereka hendaknya melangkah secara proaktif, untuk merealisir target perusahaan, termasuk untuk merealisir ambisi mereka yang berbunyi:

“Our ambition: Build a great talent pool of proud professionals”

Lantas, dari mana memulainya?

Dalam bukunya : “The Leader, the Teacher & You” Siong Guan Lim menyampaian saran sederhana: Kalau saya harus memberikan satu saja nasehat bagi pemula, maka ini nasehat saya:

“Be the best you can be”

Tiga langkah untuk bisa melaksanakan nasehat itu, lanjutnya dalam buku itu:

  1. Doing the best you can in whatever you do, bahkan setelah selesai satu tugas, terus bertanya apakah masih bisa dilaksanakan dengan cara yang lebih baik? Atau apakah Anda bisa memberikan hasil yang lebih baik dengan waktu dan energi yang dipunyai.

  2. Making it as a priority to realise your potential. Gunakan setiap kesempatan untuk peningkatan diri. Ini bermakna: kemauan untuk belajar, menerima umpan balik, bersedia mendengarkan, dan siap mencoba hal-hal yang baru.

  3. Working well with others to accomplish more than working just for your own. Ini diawali dengan kesadaran bahwa bekerja bersama yang lain akan memberikan hasil lebih banyak dari bekerja sendiri. Untuk itu perlu membangun network dan membangun relasi dengan yang lain. Termasuk di dalamnya adalah bekerja bersama anggota  tim sendiri.

Langkah mengembangkan diri menjadi seorang leader yang mapan, akan bisa cepat merealisir ambisi tersebut di atas, menciptakan tim yang mumpuni dan yang bangga akan profesi dan perusahaannya.

Mensyukuri

Menjawabi pertanyaan yang saya lontarkan di awal tulisan ini, semua jawabannya bernada mensyukuri bahwa mereka bekerja di perusahaan itu. Bangga sambil mengapresiasi.

Tapi dalam kesibukan keseharian, terkadang kita lupa untuk bersyukur. Karena itu, sengaja mereka menciptakan kesempatan meninggalkan suasana kerja, untuk membangun kebersamaan dengan berbagai aktivitas di alam terbuka. Tim perlu asupan inspirasi dari luar.

Karena itu kehadiran saya di akhir pekan itu adalah untuk berbagi pengalaman untuk menginspirasi mereka agar bisa terus membangun rasa memiliki sekaligus mensyukuri kesempatan kerja yang luar biasa ini. Mereka semua adalah leader di berbagai lini dan fungsi, yang juga bertanggung-jawab atas pengembangan Sumber Daya Manusia di unit masing-masing.

Pemimpin dan Kebanggaan Team

Saya sendiri pun bersyukur bisa berkesempatan membagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman. Tidak lupa juga buku yang menginspirasi sebagai bahan bacaan peserta: “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”

Setelah mendapatkan asupan energi dan inspirasi di lingkungan yang menyenangkan di Pulau Dewata ini, semoga mereka juga bisa membagi inspirasinya kepada tim masing-masing agar ambisi tersebut di atas dapat menjadi kenyataan.

“The higher your energy level, the more efficient your body. The more efficient your body, the better you feel and the more you will use your talent to produce outstanding results.” (Anthony Robbins)

 

 

-Josef Bataona

Sumber: Blog http://www.josefbataona.com