Pentingnya menjawab WIIFM dalam Training

– Artikel khusus untuk HRplasa

 

 

“Mohon izin ndan, kami masih bingung kenapa kami diikutkan training safety ini. Makanya sebagian dari kami tidak tahu mau Tanya apa dan jawab apa. Kalau boleh dijelaskan, kenapa kami mengikuti training ini lebih bagus, ndan. Biar teman teman saya bisa lebih paham dan focus lagi. ~Seorang Leader Security dalam training.”

 

“Saya masih nggak tahu dan nggak paham kaitan training ini dengan kerjaan saya sebagai security. ~ Seorang Security wanita senior / Secwan.”

WOW !!

Yang pertama, Sebuah pernyataan yang cukup mengagetkan baru-baru ini di dalam sebuah training yang saya conduct untuk rekan sekuriti dari salah satu perusahaan sekuriti ternama. Pernyataan ini dilontarkan pada saaat saya memasuki slide kelima dari presentasi saya.

Yang kedua, pernyataan dari sesama peserta setelah sebuah training safety yang diadakan sebuah komunitas K3 berakhir.

Untungnya, saya menyadari kesalahan saya dan cepat memberikan informasi benefit dan WIIFM peserta pelatihan untuk tetap ada di kelas saya. Untuk yang kedua, sayang sekali trainernya tidak bisa memperbaiki keadaan karena acaranya sudah berakhir.

Persamaan diantara kedua studi kasus di atas, mereka sama-sama tidak tahu mengapa mereka ada di sana.

Tentang WIIFM

Seorang trainer yang baik memahami, bahwa untuk “menguasai” kelas dan membuat sebuah training itu lebih efektif, Peserta pelatihannya harus mau berada di sana. Peserta pelatihan itu mau (tetap) berada di sana karena mereka tahu persis bahwa mereka akan mendapat informasi/pengetahuan/jawaban atau apapun yang Peserta pelatihan inginkan. Oleh karenanya timbul akronim WIIFM (What’s In It For Me).

Pada dasarnya WIIFM akan menjawab benefit apa sih yang akan didapatkan oleh Peserta pelatihan dengan (tetap) berada di dalam kelas itu.

Benefit lho ya, bukan Feature.

 

wiifm,training,lukitantra,luki tantra,transafe indonesia,transwish indonesia

Benefit Memberikan WIIFM dalam Training

Bumpass (1990) menyatakan bahwa sikap dan motivasi karyawan adalah salah satu factor yang mempengaruhi efektifitas training. Jika karyawan termotivasi dengan baik pada program trainingnya, mereka akan memberikan perhatian penuh sehingga kemungkinan suksesnya training tersebut akan lebih besar.

David (2010) menyatakan  bahwa agar Sukses, sebuah training program harus memiliki tujuan yang jelas maksudnya dan realistis.

Jika WIIFM sudah terjawab maka kemungkinan peserta pelatihan di kelas training kita akan paham mengapa mereka ada di sana dan akan:

  • Lebih Termotivasi
  • Lebih Antusias
  • Lebih Bersemangat
  • Lebih Interaktif
  • Lebih Bahagia

Sehingga Training akan lebih berdampak, lebih bisa mampu mengubah prilaku peserta pelatihan dan ilmu yang trainer berikan dalam training akan lebih bermanfaat.

Pada akhirnya kita akan dicap sebagai trainer yang bagus, dan kerjasama kita dengan event organizer/training provider/perusahaan akan lebih panjang; Pada akhirnya mereka tersebut akan tetap setia menggunakan jasa kita.

PS: kalimat di awal paragraf terakhir itu feature, kalimat terakhir di paragraf di atas itu benefit. Hehehe

Trik memberikan WIIFM dalam Training

WIIFM kadang tidak terlalu disadari juga oleh peserta pelatihan. Mereka juga seringkali salah menganggap feature dengan benefit.

Misalnya:

Saya ingin memahami WIIFM agar training saya lebih efektif

Saya ingin menguasai WIIFM agar lebih berdampak

 

Itu semua feature, benefitnya adalah

Kalau training saya lebih efektif, saya lebih happy karena wajah peserta terasa puas

Kalau training saya lebih bagus, saya bisa lebih cepat terkenal/lebih sering dipakai sama provider

Makanya sering disarankan agar trainer datang lebih awal dan bisa ngobrol dengan peserta

Cara lain adalah dengan melakukan story telling pada saat pembukaan untnuk menjelaskan benefit training ini kepada peserta. Cara terakhir dan termudah adalah dengan menuliskannya di slide presentasi dengan judul “tujuan training”. Pastikan saja kalau yang tertulis di sana bukan hanya featurenya namun juga benefitnya.

In the end, saya percaya bahwa yang penting dalam sebuah training adalah pesertanya. Bukan trainernya. Akan sulit bersaing jika trainer hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak menjawab pertanyaan dasar: Apa untungnya buat saya (ikut training ini) ?

Demikian semoga bermanfaat

 

Luki Tantra

Associate Trainer for HSE and softskill training

Writing for TransWISH Indonesia

 

 

Some Sources for further reading:

http://burnsmcdmedia.com/careersblog/2013/03/29/wiifm-improve-your-training-by-answering-this-question/

http://www.articlesdunia.com/business/consulting/5-sure-signs-you-have-deal-with-the-best-safety-training-provider-in-indonesia

http://garph.co.uk/IJARMSS/Jan2013/12.pdf

A Study on Training Factors and Its Impact on Training Effectiveness in Kedah State Development Corporation, Kedah, Malaysia, Macrothink institute