“When you got GOD, you got a friend. And that friend is YOU.” (Charlie Laughton)

ANDA SEMUA, pembaca blog ini merupakan sahabatku yang juga dikirim Allah Maha Pengasih, untuk menemaniku dalam perjalanan hidup ini. Demikian kurang lebih makna petikan di pembukaan tulisan ini. Petikan ini dilansir kembali oleh Matthew McConaughey sebagai bagian dari pidatonya yang sangat memukau di panggung penerimaan Piala Oscar.

The Oscars

(Credit image: Liputan6.com)

Momen seperti ini senantiasa mengingatkan kita untuk selalu berterima kasih bahwa ada banyak tangan yang nampak ataupun tidak nampak, yang turut berperan dalam menjadikan kita sukses seperti saat ini. Ada tiga hal penting yang dikedepankan oleh penerima Oscar tersebut, dalam pidato kemenangannya: Pertama, Something to look up to; kedua, Something to look forward to; dan ketiga, Someone to chase.

Something to look up to

Sepantasnya penerima Oscar ini menghaturkan puji syukur ke hadirat Tuhan karena Dia telah memberkatinya dengan berbagai peluang, yang bukan dari tangannya sendiri  ataupun tangan Manusia lainnya. Pelajaran utama yang saya dapatkan, demikian kata Matthew, adalah semakin kita bersyukur, semakin besar pula imbalannya. Salah satu bukti imbalan itu adalah hadirnya semua sahabat yang membantu, seperti petikan pada awal tulisan ini: “When you got God, you got a friend. and that friend is YOU.” (Charlie Laughton)

Something to look forward to

Hal penting kedua, adalah keluargaku. Kepada ayahku yang mungkin sedang menyaksikan ini dari atas. Ayahku telah mengajarkan kepada saya apa artinya menjadi Manusia. Juga ibundaku yang hadir malam ini, yang mengajariku dan kedua saudaraku, dan menuntut kami untuk saling menghormati satu sama lain. Itulah pelajaran penting agar kami bisa menghormati orang lain. Juga terima kasih kepada istri, Camila, dan anak-anak, Levi, Vida dan Mr. Stone. Kalian senantiasa memberikanku semangat dan arti penting kehidupan ini, setiap hari ketika saya melangkah keluar rumah, sesuatu yang tak ada bandingannya. Kalian adalah orang-orang yang sangat saya banggakan dalam kehidupan ini. Terima kasih !

Someone to chase

Dan untuk Hero (pribadi idaman)-ku, orang yang kukejar. Ketika saya berumur 15 tahun, seseorang yang penting dalam hidupku bertanya: “Siapakah pribadi idamanmu?” Jawabku: “Saya tidak tahu, akan saya pikirkan itu. Berikan saya waktu beberapa minggu.”

Dua minggu kemudian saya menemui orang tersebut yang masih menanyakan: “Siapakah pribadi idamanmu?” Jawabku, “Saya sudah memikirkannya. Dan dia adalah diriku sendiri 10 tahun mendatang.” Jadilah ketika saya berusia 25 tahun, sepuluh tahun kemudian, orang yang sama bertanya: “Jadi, apakah Anda seorang Hero, pribadi idamanmu?” Jawabku tegas: “Sama sekali tidak, bahkan masih jauh dari pribadi seorang idaman.”

“Mengapa ?,” tanya dia kembali, dan jawabku: “Karena Pribadi Idamanku  adalah diri saya di saat berusia 35 tahun. Dengan demikian, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun, saya selalu melihat bahwa Pribadi Idamanku adalah diriku sendiri sepuluh tahun mendatang. Saya tidak akan pernah mencapainya. Dan itupun tidak apa-apa, karena dengan demikian saya akan terus memperbaiki diri, menjadi seseorang yang lebih baik dari waktu ke waktu.”

Pelajaran Kehidupan

Tiga elemen penting yang dikedepankan oleh Matthew McConaughey memang yang dia rasakan dalam kehidupannya sendiri, tapi juga sangat relevan untuk kita semua. Allah sang Pencipta, yang juga menciptakan kita untuk hadir di dunia ini. Hadir pula anggota masyarakat yang bukan kebetulan bahwa mereka akan hadir di saat-saat kita memerlukan uluran tangan mereka. Dan inipun berarti bahwa ada saatnya kita juga akan mengulurkan tangan untuk membantu yang lain, berbagi, menginspirasi agar sama-sama kita melangkah menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

“My mother taught me and my two older brothers, demanded that we respect ourselves. And what we in turn learned was then we were better able to respect others.” (Matthew McConaughey)

 

 

-Josef Bataona

Sumber: http://www.josefbataona.com