Teknologi Kekinian dalam Rekrutasi dan Seleksi : Assessmen Berbasis Algoritmik

Melakukan prediksi mengenai apa yang akan dilakukan atau tidak dilakukan oleh seseorang bukanlah sesuatu barang baru, Ilmu perilaku terutama psikologi sudah mengklaim jauh-jauh hari mengenai hal ini. Di dunia pengelolaan sumberdaya manusia baru-baru akhir ini menyadari betapa berharganya jika dapat menggabungkan data karyawan dan data perusahaan lainnya dengan cara yang benar akan membantu perusahaan untuk dapat memberdayakan potensi yang luar biasa besarnya dari aset terbesar yang dimiliki oleh perusahaan yakni : Sumber Daya Manusia

Pembelajaran mesin atau Machine Learning sangat membantu dalam proses rekrutasi dan seleksi pada dewasa ini. Metode ini dapat menghapus bias manusia dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses seleksi.
Munculnya dan adopsi teknologi assessmen psikometrik adalah langkah maju yang signifikan dan sangat membantu, dan sekarang, seiring dengan kemajuan teknologi digital dan komputerisasi maka assessmen berbasis algoritmik - dalam bentuk pembelajaran mesin (Machine Learning) atau Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent) - tampaknya menjadi teknologi yang akan sangat diandalkan.

Apa itu Assessmen berbasis Algoritmik? AA atau A2 adalah proses yang mengembangkan model statistik dan matematika dengan menggunakan informasi dan data calon/ kandidat (misalnya, data formulir aplikasi) secara komprehensif untuk selanjutnya membangun algoritma yang tepat untuk memprediksi kemungkinan apakah seorang kandidat akan cocok dengan jabatan atau organisasi yang akan ditempatinya, jadi ada dua ranah yang akan diprediksi yakni kecocokan calon dengan jabatan dan kecocokan calon dengan organisasi.

Proses pada AA atau A2 ini pada awalnya sebenarnya tidak jauh berbeda ketika perekrut dan manajer perekrutan mencoba untuk melakukan pemilahan dan pemilihan data dengan melihat latar belakang calon. Yang sangat berbeda ketika algoritma dapat menarik dan melibatkan informasi dan data dalam jumlah yang jauh lebih banyak secara simultan, menghitung hasil dengan cepat dan dalam tingkat tertentu kepercayaan statistik dalam kurun waktu yang relatif sangat singkat. Dengan kesemuanya ini maka aka membuat proses analisis menghasilkan keputusan yang jauh lebih akurat dalam waktu yang tepat.

Untuk lebih jelasnya secara singkat prosesnya seperti ini. Setelah kandidat mengajukan permohonan melalui aplikasi web secara online, dengan data yang diperoleh seperti data kepribadian, profil kompetensi, latar belakang sosial demografi, data referensi check dan data pendukung lainnya algoritma akan langsung bekerja, melakukan analisa dan mengestimasi nilai prediktif untuk perekrut atas kandidat tersebut. Nilai prediktif ini dapat digunakan dalam berbagai cara: baik secara langsung nilai Prediktif sebagai satu satunya faktor penentu atau akan dilengkapi dengan skor pelengkap seperti hasil assessment psikometrik atau hasil uji keterampilan praktis untuk meloloskan pemohon ke tahap berikutnya dari seluruh proses perekrutan. Memang, tidak dapat dipungkiri AA hanya diterapkan oleh beberapa perusahaan yang sudah berpikiran maju dan sudah mulai lebih banyak menggunakan data untuk merekrut dan mengelola karyawan mereka.

Apakah AA akan menggantikan posisi Rekruter? Tidak secara mutlak....Assessmen berbasis algoritma akan menjadi kombinasi yang powerfull dengan praktik teraik proses rekrutment yang ada sekarang ini. AA akan sangat membantu ketika perusahaan berhadapan dengan jumlah kandidat yang sangat banyak yang perlu diputuskan dalam waktu yang relatif singkat dengan obyektifitas yang tinggi. Perusahaan tentunya tidak mau kehilangan seorang kandidat yang potensial dikarenakan panjangnya proses yang dilakukan sehingga kandidat potensial tersebut sudah dipekerjakan di kompetitor atau perusahaan lain.

Untuk posting selanjutnya saya akan membahas lebih mendalam tentang assessmen algoritmik ini untuk memahami bagaimana metode ini berbeda dari metode yang konvensional, assessment berbasis psikometrik, bagaimana metode AA ini dapat diterapkan dalam banyak skenario bisnis yang berbeda, dan bagaimana tim HR dapat menerapkan teknologi ini secara komprehensif.

Heru Wiryanto
Asia Institute Of Data Science

 

IKUTI  PUBLIC TRAINING : BASIC PEOPLE ANALYTIC bersama Bapak Heru Wiryanto

Pendaftaran :  http://hrplasa.id/event/view/1208/people-analytic-for-hr-business-solution-transforming-hr-competency-through