“Happiness comes from unselfish service. And happy homes are only those where there is a daily striving to make sacrifices for each other’s happiness.” (Harold B. Lee)

DALAM KEBERSAMAAN kita bisa saling berbagi cerita, bisa saling mengetengahkan kesulitan yang sedang atau akan dihadapi untuk mendapatkan ide-ide solusi, atau juga saling berbagi senyum, tertawa dan suasana bahagia. Kalau semua yang hadir akan hanya membawa gelombang positif dan fokus pada kontribusi menciptakan kebahagiaan bersama, maka kebahagiaan itu akan hadir di tengah-tengah kita. Dan riak kebahagiaan itu akan hadir menyertai individu tersebut, ke manapun mereka pergi.

Saling Mengapresiasi

Tahun ini, kami sudah atau akan merayakan ulang tahun anggota keluarga, tapi ada yang tidak hadir. Karena itu muncul ide untuk saling mengapresiasi dengan kado kecil selagi ketemu. Tetapi karena ulang tahun ada yang sudah berlalu dan ada yang masih di depan (nenek bilang jangan rayakan sesuatu sebelum hari kejadian), kami memutuskan untuk menciptakan momen lain. Momen itu adalah momen di mana kami saling mengapresiasi, karena kehadiran masing-masing kami adalah untuk yang lainnya, sesuai bunyi misi hidup kami butir 1 sebagai berikut:

“Menciptakan keluarga  yang SALING PEDULI, saling MENYAYANGI, serta  saling membantu agar masing-masing kami tumbuh menjadi pribadi mandiri yang saling tergantung satu sama lain (co-dependent).”

Kami sengaja mengangkat co-dependent, untuk menjelaskan bahwa sampai kapanpun ada tali silaturahmi yang tidak akan putus, ada ikatan batin, ikatan spiritual yang perlu diperkuat oleh dan untuk masing-masing anggota keluarga.

Dalam makan malam itu sengaja kami ciptakan suasana untuk menggaris-bawahi kembali komitmen dari misi tersebut, dan saling mengapresiasi karena telah menghidupi misi tersebut sejauh ini.

19 Mei 2017_Apresiasi dan kejutan dari Universe1

Perpisahan di Bandara

Pagi hari terakhir, kami sempat luangkan waktu bersama untuk mengunjungi beberapa tempat sekitar St. Paul Cathedral. Selain menikmati berbagai obyek di sana, yang terpenting adalah “family time” waktu untuk kebersamaan, seperti kata bijak berikut ini:

“In family relationships, love is really spelled T.I.M.E.” (Dieter F. Uchtdorf)

19 Mei 2017_Apresiasi dan kejutan dari Universe2

Sore itu, di Bandara Heathrow, kami berpisah. Eka kembali ke Southampton untuk meneruskan kuliahnya, dan kami kembali ke tanah air untuk tugas yang sudah menunggu.

19 Mei 2017_Apresiasi dan kejutan dari Universe3

Kejutan dari Universe

Memasuki pesawat lanjutan yang akan mengantar kami dari Singapore ke Indonesia, saya mendengar jelas sapaan dalam Bahasa Indonesia:

“Selamat malam Pak Joseph. Apa kabar? Saya Viona,….” Pertemuan yang sungguh surprise.

19 Mei 2017_Apresiasi dan kejutan dari Universe4

Karena Viona mulai sibuk melayani penumpang SQ, dia pun melanjutkan ceritanya keesokan harinya melalui WA:

“Saya masih ingat saat di ULI, semua orang selalu terinspirasi oleh kinerja Bapak. Bangga sempat bekerja sebentar di bawah kepemimpinan Bapak. Kesempatan langka bisa bertemu Bapak dan Ibu di pesawat.

Kadang kangen juga suasana kantor ULI. Kaget juga bisa bertemu Bapak di pesawat.

Tahun 2010 saya internship di bagian Internal Communications, di bawah Bu Vera Makki. Setelah itu saya harus ke Belanda untuk sekolah sebentar. Setelah lulus tahun 2012 saya direkrut oleh Supply Chain ULI bagian Komunikasi hingga 2013.

Kemudian bergabung dengan Bu Vera di Perusahaan Mobil sebagai Internal Communications and CSR section manager.”

Apa gerangan yang sedang dicari Viona ? Ini jawabnya:

“Tahun 2015 akhir, saya kangen travelling dan mau explore potensi diri kalau hidup di luar negeri seperti apa, saya akhirnya mencoba SQ Pak. Ternyata Tuhan buka jalan, saya diterima Pak.”

Di perusahaan kami memang semua dianggap keluarga, tidak pandang usia dan pangkat atau jabatan. Karena itu, saya sangat excited ketika bertemu dengan Viona, yang juga kaget melihat saya dan istri di dalam pesawat SQ. Dia anggota timku, anggota keluargaku.

Apa yang dilakukan Viona adalah membuka cakrawala yang lebih luas, lintas negara, untuk menjajagi berbagai kemungkinan untuk mengukir sukses sesuai passionnya, Dia memang berusaha, tapi dia meyakini Tuhan sudah membuka jalan untuknya. Apakah karier di penerbangan ini adalah destinasinya? Sejauh Viona terus mengerjakannya dengan sepenuh hati, selain mengukir prestasi di sini, sukses di babak ini bisa menjadi kunci pembuka pintu sukses berikutnya lagi. Kami doakan!

Pertemuan surprise ini mengakhiri enam cerita rangkaian perjalanan kami mengunjungi Eka di Southampton.

“Rejoice with your family in the beautiful land of life!” (Albert Einstein)

 

-Josef Bataona

Sumber: Blog http://www.josefbataona.com