“All good men and women must take responsibility to create legacies that will take the next generation to a level we could only imagine.” (Jim Rohn)

KESEMPATAN BAGUS untuk bisa bertemu dengan sejumlah Kepala Desa dan Perangkatnya dari Desa Lamalera dan desa sekitarnya yang tergabung dalam Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT. Mereka berada di Jakarta untuk mendapatkan bimbingan teknis yang sangat penting untuk bisa mengelola desa, terutama dana yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan desa. Ini merupakan sebuah momen yang sangat penting, mengingat ini akan menyentuh langsung kepentingan rakyat banyak untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Menanam Benih Kebaikan

Saat ini semua harapan tertuju pada mereka. Dana yang akan mereka kelola tidak kecil. Pada kesempatan ini, saya hanya mengajak mereka untuk berpikir 10 tahun dari sekarang, dengan pertanyaan sederhana:

“Sepuluh tahun mendatang, kalian ingin dikenang anak cucumu sebagai apa?”

  • Sebagai tokoh yang telah membuat masyarakat desamu sejahtera seperti yang mereka saksikan? Atau

  • Sebagai pejuang ulet yang membangun desamu sehingga bisa menjadi maju seperti saat itu, bila perlu menjadi desa percontohan? Atau

  • Sebagai tokoh yang melibatkan masyarakat setempat untuk menggali banyak ide kreatif serta mengajak mereka ambil bagian dalam membangun desa hingga sukses? Atau

  • Seorang tokoh yang dikenal jujur dalam mengelola dana yang tidak kecil, sehingga masyarakat desa bisa menikmati hasilnya seperti saat itu?

Jawabannya tentu saja tidak akan menunggu 10 tahun lagi. Jawabannya harus diciptakan dari sekarang, karena perilaku dan perbuatan dalam 10 tahun kedepan tergantung pada bagaimana kita menentukannya sekarang. Dan keputusannya ada di tangan masing-masing kita.

30 Mei 2017_Menanam Benih Kebaikan

Menyemangati

Selain pesan dan harapan penting di atas, sambil makan siang bersama, saya juga menitip pesan ringan untuk anak-anak di desa:

  • Pesan itu disajikan sambil membagi Buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”. Kisah ini untuk memberikan gambaran tentang perjuangan hidupku  (dan mungkin juga saudara-saudara sekampung lainnya) dalam meraih sukses. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi mereka di kampung yang masih membangun cita-citanya, bahwa kalau kami anak desa seperti mereka bisa berhasil, maka mereka pun BISA, asal mereka mau dan berusaha.

  • Bahwa dengan prasarana yang sangat terbatas di masa lalu, kami harus berjuang lebih keras untuk bisa maju dan berhasil. Mudah-mudahan dengan pembangunan prasarana yang akan dilakukan oleh bapak-bapak pejabat desa, bisa memberikan peluang untuk anak-anak dewasa ini mengenyam pendidikan yang lebih baik, sebagai modal mereka untuk berkarya dan sukses.

Waktu kami tidak banyak. Tapi obrolan singkat ini semoga bisa menginspirasi mereka untuk mulai menanam benih kebaikan, yaitu mengelola dana desa itu secara bijak demi pembangunan desa. Kita semua tentu mendoakan semoga langkah yang akan mereka ambil akan meningkatkan kesejahteraan rakyat di desa masing-masing. Dan itu akan menjadi warisan tak ternilai yang akan terus dikenang, bukan saja oleh anak cucunya, tapi juga seluruh masyarakat desa. Semoga Tuhan Memberkati mereka.

“Always do your best. What you plant now, you will harvest later.” (Og Mandino)

 

-Josef Bataona

Sumber: Blog http://www.josefbataona.com