“Kindness and awareness work together. Through awareness we understand the underlying beauty of everything and every being.”  (Amit Ray)

ADA APA LAGI DI MANADO? Ada hari libur Kamis yang bisa dimanfaatkan. Kami pun memutuskan untuk meneruskan liburan bersama keluarga hingga hari Sabtu, mencoba mengenali sisi lain Manado yang belum sempat diketahui.

Beberapa usulan teman kami pertimbangkan sambil mendiskusikan dengan keluarga. Semuanya tidak jauh dari kuliner, alam pegunungan dan pantai serta laut.

Bukit Doa dan Gua Maria

Doa dalam kapel tentu saja menjadi tujuan yang tidak dilewatkan, sambil merekam suasana di sana. Alam yang indah di luar kapel masih nampak jelas dari kaca bening di balik altar di depan kita.

2 Juni 2017_Manado Sejuta Pesona1

Bukan pertama kali saya ke Bukit Doa di Tomohon, tapi saya tidak tahu kalau ada sisi lain di mana ada Gua Maria. Ditemani keluarga yang ada di Manado kami sengaja menyempatkan diri untuk mengunjungi dan berdoa di Gua Maria. Pemandangan alam di Bukit Doa tentu saja tidak akan terlewatkan begitu saja.

2 Juni 2017_Manado Sejuta Pesona2

Manusianya Ramah Alamnya Indah dan Kaya

Resort di Pantai Amurang, Minahasa Selatan menjadi tujuan berikutnya. Tujuannya untuk makan siang di teras sebuah resort, dengan pemandangan laut yang indah. Perjalanan menuju ke sana dari Bukit Tomohon melewati pegunungan dan alam yang masih asli dan sejuk.

Selain menikmati makanan laut yang segar, kami mendapatkan pengalaman berkaitan dengan Service Excellence. Malam sebelum kedatangan kami, istriku menelpon dan memesan makan siang untuk 12 orang, dengan menu yang kami pilih sendiri. Keesokan harinya pagi-pagi sekali, pengurus resort menelpon dan memberitahukan bahwa jenis ikan yang dipilih untuk kuah asam tidak tersedia di pasar, dan menyarankan dua alternative lainnya, yang ada di pasar. Dia memang sedang berada di pasar ikan.

2 Juni 2017_Manado Sejuta Pesona3

Pengalaman tersebut di atas memberikan saya beberapa catatan penting:

Mereka baru mengenal keluarga kami, walaupun sudah berkunjung sehari sebelumnya ke tempat ini.

Untuk pesanan makan siang tersebut, kami tidak memberikan uang muka atau garansi apapun, hanya atas dasar percaya.

Pembicaraan via telepon sederhana di pagi hari itu, memberikan kami keyakinan, betapa pengelola resort ini ingin memberikan pelayanan terbaiknya.

Keramahan dan pelayanan serta tingkat kepercayaan pengelola resort di Amurang sudah cukup memberikan kami gambaran bahwa inilah asli perilaku Manusia Indonesia, yang selalu percaya bahwa: ‘Kitorang Samua Basudara’

Bunaken

Nama ini sudah sangat terkenal, Perjalanan laut sekitar 30 menit, dengan pemandangan pulau dan Gunung Manado Tua di depannya sangat mempesona. Dan tentu saja alam bawah lautnya yang menjadi daya tarik utama. Kami ke sana tidak untuk diving atau snorkel, tapi sekedar menikmati alam laut dan pantai.

2 Juni 2017_Manado Sejuta Pesona4

Hasil Laut yang Segar

Keluarga kami terlahir di desa pantai. Jadi makanan dari laut adalah bagian dari hidup kami sejak kecil. Melihat hasil ikan segar yang berlimpah di Manado dan Bitung, membuat kami memutuskan untuk: harus membawa pulang makanan ini ke Jakarta. Di Bitung, ada usaha yang menyediakan ikan, entah segar frozen atau diasap untuk dibawa. Kami memilih Baby Tuna yang baru dibeli sore hari untuk diasap agar bisa dibawa keesokan harinya ke Jakarta.

Sekembalinya di rumah. hari Minggu, selagi menikmati makan siang dengan menu Manado sentuhan istriku di dapur rumah Witana Harja Pamulang, penggal lagu “Kota Manado yang Kucintai” seakan terus terngiang di telinga:

Makang batata rubus, colo deng dabu-dabu,

adodo pe pidis skali

Cari air nyanda dapa, minum air kalapa muda,

adodo pe sadap skali

Ini baru satu dari sekian banyak contoh masyarakat Indonesia yang ramah, serta alam Indonesia yang kaya dan indah. Masih banyak pula yang belum dikunjungi. Namun yang satu inipun sudah memberikan sejuta pesona tak terlupakan.

“Constant kindness can accomplish much. As the sun makes ice melt, kindness causes misunderstanding, mistrust, and hostility to evaporate.” (Albert Schweitzer)

 

 

-Josef Bataona

Sumber: Blog http://www.josefbataona.com