“It’s not enough to have purpose yourself. You have to create a sense of purpose for others.” (Mark Zuckerberg)

MASA YANG SANGAT MENYENANGKAN. Itulah masa di sekolah, di bangku kuliah. Banyak suka-dukanya yang membuat interaksi sesama teman kuliah bertambah warna-warni, penuh kenangan yang tak terlupakan. Apa sebetulnya yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi masa depannya? Siapkah mereka untuk memasuki dunia kerja? Ataukah ingin terjun sebagai entrepreneur? Bidang apa yang akan dituju? Apa lagi yang perlu disiapkan agar begitu lulus kuliah sudah mendapatkan bekal yang memadai?

Bercermin dari Praktisi

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sedang berada di sebuah hotel di Cirebon. Mereka hadir untuk program bernama Leadership Camp 2, bagian dari program BISMA (Beasiswa Indofood Sukses Makmur). Mereka masih kuliah, dan minimal sudah semester 5. Selain ilmu yang dipelajari di Perguruan Tinggi, perusahaan kami ingin turut berkontribusi memberikan bekal untuk membuat mereka siap terjun ke masyarakat setelah lulus nanti.

Dengan kereta pagi saya pun dengan penuh semangat berangkat ke Cirebon untuk turut membekali mereka dengan pengalaman praktis tentang pengembangan diri, memupuk rasa percaya diri mereka agar siap memasuki dunia kerja setelah wisuda nanti. Beberapa manager kamipun diberi kesempatan berbagi sesuai pengalaman masing-masing. Foto bersama Pak Joni, fasilitator Mind Map, sesi sebelum sesiku.

9 Juni 17_Siap Tampil Beda1

Momen Belajar Hadir Setiap Saat

Tak pernah berhenti saya menyodorkan pembelajaran dari sebuah motto sederhana yang selama ini memandu perjalananku: “Be Yourself But Better Everyday.” Kita semua diciptakan unik, lengkap dengan talenta yang dibutuhkan untuk memenuhi panggilan hidup masing-masing.

Artinya ada keunikan tertentu yang dimiliki orang lain, yang saya sendiri tidak punyai. Karena itu saya harus membuka diri untuk terus belajar dari siapa saja, setiap hari. Pelajaran itu bisa dari orang-orang di lingkungan kerja atau masyarakat, bisa dari berbagai peristiwa seputar kita, ataupun dari berbagai media yang ada.

Dan semuanya itu bukan kebetulan hadir setiap hari. Ada pembelajaran di balik itu, yang hanya bisa ditemukan kalau kita sungguh-sungguh membuka diri untuk belajar. Kalau tidak akan lewat begitu saja, dan belum tentu akan muncul kembali di kesempatan lain. Foto mereka yang beruntung mendapatkan Buku “Kisah Rp 10.000 Yang Mengubah Hidupku”.

9 Juni 17_Siap Tampil Beda2

Diferensiasi dan Persiapan Sejak Dini

Dengan kesempatan belajar semakin banyak, maka diharapkan lulusan perguruan tinggi pun akan semakin banyak dan semakin tinggi mutunya. Tantangan yang bakal dihadapi adalah: Apa yang merupakan faktor yang unik yang membedakan seorang lulusan dari yang lain.

Mengapa?

Yang lulus dengan predikat diatas rata-rata cukup  banyak. Yang bisa berbahasa Inggris atau Bahasa asing lainnya juga banyak. Yang pandai berorganisasi dan memimpin juga tidak sedikit, dan kita bisa meneruskan daftar ini.

Karena itu setiap calon lulusan perlu mempersiapkan diri jauh-jauh hari, sesuai dengan passion yang dimilikinya. Belajar dari orang lain atau dari praktisi bukannya untuk meniru atau mengcopy, tapi untuk mendapatkan inspirasi untuk membentuk dirinya agar siap berkarya.

9 Juni 17_Siap Tampil Beda3

Aktif Memoles Bumi Yang Lebih Baik

Dalam pidatonya di momen kelulusan di Harvard akhir Mei 2017, Mark Zuckerberg  mengisahkan kembali cerita ketika Presiden John F. Kennedy mengunjungi pusat antariksa NASA. Ia melihat seorang petugas pembersih membawa sapu. Ia datangi dan bertanya kepadanya apa yang sedang ia kerjakan. Petugas pembersih itu menjawab, “Tuan Presiden, saya membantu mengirimkan manusia ke bulan.”

Ini merupakan pengantar untuk mengutarakan tantangan yang dihadapi generasi saat ini:

“The challenge for our generation is creating a world where everyone has a sense of purpose.” (Mark Zuckerberg)

Dan yang dia definisikan sebagai purpose adalah:

“Purpose is that sense that we are part of something bigger than ourselves, that we are needed, that we have something better ahead to work for. Purpose is what creates true happiness.”

Mark menawarkan tiga cara menciptakan dunia di mana setiap orang memiliki Sense of Purpose:

“By taking on big meaningful projects together, by redefining equality so everyone has the freedom to pursue purpose, and by building community across the world.”

Sengkapnya, silahkan menyimak klik di sini:

Membangun Jaringan Demi Masa Depan

Di Leadership Camp 1, penerima beasiswa BISMA sama-sama belajar membangun karakter positif sejak dini. Kini mereka juga belajar bersama menyimak pengalaman dari praktisi dari berbagai latar belakang. Sambil belajar, mereka juga membangun sebuah komunitas yang berasal dari berbagai daerah, dari berbagai latar belakang.

Dan inipun dirancang untuk mempersiapkan mereka untuk membangun jaringan yang mudah-mudahan akan bisa dimanfaatkan di kemudian hari untuk membangun komunitas yang masing-masing anggotanya punya tujuan besar (sense of purpose). Dalam komunitas tersebut mereka bisa merasa sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar sehingga mereka akan dengan sukarela turut ambil bagian membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi.

“By pursuing the things you love, all the other things in life will fall into order.” (Robert Kiyosaki)

 

 

-Josef Bataona

Sumber : Blog http://www.josefbataona.com